BALIKIN hadir sebagai solusi dengan menyewakan gelas guna ulang untuk melawan sampah plastik di acara berskala besar. Foto: BALIKIN

BALIKIN hadir lawan sampah plastik dengan sistem sewa gelas guna ulang di acara besar, dukung gerakan reuse dan pemberdayaan perempuan.

TOKOHINSPIRATIF – Di tengah riuh rendah festival musik dan olahraga yang kian menjamur di Indonesia, muncul persoalan baru yang tak kalah penting: gunungan sampah plastik sekali pakai. Dari situ, lahirlah BALIKIN, sebuah inisiatif ramah lingkungan yang menghadirkan cara sederhana namun berdampak besar — menyewakan gelas guna ulang.

Program ini diinisiasi oleh Langit Biru Pertiwi, organisasi yang aktif menggerakkan masyarakat melalui edukasi dan kolaborasi lintas sektor. Ide dasarnya sederhana: jika ribuan orang di sebuah acara bisa berbagi pengalaman lewat musik atau olahraga, mengapa tidak berbagi tanggung jawab menjaga bumi juga?

Menurut Nadia Mulya, Co-Founder BALIKIN, gagasan ini lahir dari pengalamannya menyaksikan sistem rental cup di berbagai negara. “Di luar negeri, sistem penyewaan gelas sudah jadi hal umum dalam acara besar seperti konser atau maraton,” ujar Nadia.
Namun di Indonesia, pemandangannya berbeda. Di setiap water station acara lari, misalnya, tumpukan gelas plastik sekali pakai kerap berserakan tanpa pengelolaan memadai.

Padahal, lanjut Nadia, gelas sekali pakai tidak mudah didaur ulang. “Kebanyakan gelas kertas justru dilapisi plastik. Artinya, proses daur ulang hampir mustahil dilakukan secara efektif,” jelasnya. Akibatnya, sebagian besar sampah dari acara yang seharusnya ‘sehat’ ini malah berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Dua Layanan, Satu Tujuan: Kurangi Sampah Plastik

Untuk menjawab persoalan ini, BALIKIN mengembangkan dua model layanan.
Pertama, penyediaan dan pengambilan gelas guna ulang untuk acara kecil atau lokasi yang tidak memiliki sumber air. Dalam sistem ini, peserta bisa mengambil gelas di collection point dan mengembalikannya setelah dipakai. Tim BALIKIN memastikan proses ini berjalan lancar dan memberi edukasi tentang pengembalian yang benar.

Kedua, layanan pencucian langsung di lokasi (on-site washing), yang telah diterapkan di ajang besar seperti Mandalika MotoGP.
Menariknya, BALIKIN memberdayakan perempuan lokal untuk terlibat dalam proses pencucian tersebut. “Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya mengurangi sampah plastik, tapi juga mendukung beberapa poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs),” ujar Nadia.

BALIKIN hadir sebagai solusi dengan menyewakan gelas guna ulang untuk melawan sampah plastik di acara berskala besar. Foto: BALIKIN

Meski tampak sederhana, sistem BALIKIN sesungguhnya kompleks. Nadia menegaskan, ini bukan sekadar soal menyewakan gelas, melainkan membangun sistem yang utuh.
“Proses pencucian dan pengelolaan kami mengikuti SOP yang ketat, bahkan setara dengan standar industri katering,” ujarnya. Untuk memastikan kebersihan dan keamanan, BALIKIN juga berkonsultasi langsung dengan praktisi katering profesional.

Kini, BALIKIN juga tergabung dalam Reuse Special Interest Group, forum lintas negara di Asia yang fokus pada pengembangan sistem guna ulang. Dari forum ini, mereka saling berbagi pembelajaran dan inovasi, menjadikan Indonesia bagian dari gerakan global reuse revolution.

Respons publik terhadap gelas guna ulang ini sangat positif. Salah satu daya tariknya adalah desain cup BALIKIN berwarna fuchsia cerah yang mencolok di tengah keramaian acara. “Banyak yang bilang cup-nya lucu. Dari situ, kami mulai mengedukasi mereka tentang dampak plastik terhadap lingkungan,” kata Nadia sambil tersenyum.

Edukasi yang disampaikan sederhana tapi mengena. “Kami sering berbagi fakta bahwa rata-rata orang Indonesia mengonsumsi mikroplastik setara tiga kartu ATM setiap bulannya,” ungkapnya. Dari percakapan ringan itulah, kesadaran lingkungan perlahan tumbuh.

Selama setahun berjalan, BALIKIN telah aktif di berbagai acara olahraga, konser, hingga kegiatan komunitas outdoor. Bagi Nadia, ini baru langkah awal. “Kami ingin membangun ekosistem reuse di Indonesia. Sistem ini hanya bisa tumbuh jika dijalankan bersama-sama,” katanya penuh keyakinan.

Mengubah Cara Kita Minum, Mengubah Cara Kita Hidup

Gerakan BALIKIN membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal kecil—dari segelas air yang kita minum. Setiap gelas yang dikembalikan bukan hanya mengurangi sampah plastik, tetapi juga mengembalikan harapan pada bumi.

Dengan semangat kolaborasi dan edukasi, BALIKIN mengajak kita untuk tidak sekadar menikmati acara, tetapi juga berpesta dengan sadar lingkungan. Sebab, bumi yang kita tinggali hari ini, adalah warisan yang harus tetap bersih untuk generasi berikutnya.***

Sumber: Greeners.co