Glenn Fredly

Cinta, Kejujuran, dan Totalitas

Cinta, Kejujuran, dan Totalitas

Dikenal sebagai musikus genius yang mampu memadukan kreativitas dan idealisme, kejujuran dan totalitasnya dalam bermusik tak diragukan lagi. Di sisi lain, kepeduliannya terhadap kelestarian lingkungan yang terwujud dalam berbagai macam aktifitas juga patut mendapat apresiasi.

Ada energi baru yang diusung dalam Peringatan Hari Musik Nasional 20108 yang beda dari biasanya. Sebuah energi yang digerakkan oleh pelaku-pelaku industri musik Tanah Air demi sebuah cita-cita mulia: menciptakan pembaruan tatanan ekosistem musik berkelanjutan sehingga bisa menjadi salah satu kekuatan ekonomi kreatif Indonesia ke depan.

Setidaknya 300 pelaku industri musik dan stakeholders bertemu dalam sebuah forum Konferensi Musik Indonesia yang digelar di Kota Ambon, Maluku, pada 7-9 Maret 20018. Kegiatan yang mengambil tema “Nada Raya untuk Indonesia” menghadirkan beberapa menteri, pejabat terkait dan kalangan swatsa. Untuk diketahui, forum paket komplit seperti ini baru pertama kali digelar semenjak perkembangan industri musik Tanah Air dalam 50 tahun terakhir.

Musikus Glenn Fredly sebagai Ketua Konferensi Musik Indonesia (KMI) mengungkapkan konferensi ini digelar sebagai ikhtiar bersama dalam upaya membangun ekosistem musik yang terkelola berkelanjutan, mencerdaskan, menyejahterakan para pelakunya, dan berdaya saing di era digitalisasi. Sehingga nantinya musik Indonesia tumbuh menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru kreatif Indonesia.

“Saya berharap pelaku-pelaku di idustri musik dan jejaringnya benar-benar bisa bersinergi dengan pemerintah dan privat sector untuk membangun sebuah ekosistem musik Indonesia sebagai sebuah industri hari ini maupun ke depan,” tutur seniman musik yang telah mengukir puluhan prestasi.

Diakui, industri musik Indonesia dengan segala kelebihan dan kekurangannya sampai saat ini masih tetap bertahan. Walaupun negara dalam kondisi krisis atau tidak, musik tetap dicari dan dibutuhkan oleh banyak orang sehingga tidak pernah sepi peminat.

Menurut Glenn, bila ekosistem besar musik Indonesia ini terkelola dengan baik, terlindungi, dan akhirnya bisa memberikan manfaat tidak hanya kepada pelakunya tapi buat masyaakat dan bangsa.

“Musik sebagai kekuatan ekonomi kreatif masa depan yang harus dikelola bahkan diberikan perlindungan. Itu menjadi catatan yang sangat penting sebagai sebuah profesi,” kata Glenn yang optimis industri musik Tanah Air akan mengalami kemajuan pada 2018 ini.

 

***

 

Sebagai penyanyi solo, Glenn Fredly Deviano Latuihamallo selalu berhasil membius para penggemarnya lewat lengkingan vokal yang khas dan penuh penjiwaan. Kemampuannya menulis lagu pun tak perlu diragukan. Puluhan lagu cinta karyanya laris manis di pasaran. Tak salah bila Glenn mendapat julukan ‘Dewa Lagu Cinta’.

Bertahan selama dua dekade di industri musik tanah air yang sarat persaingan bukan perkara mudah. Jika Glenn mampu bertahan, tak lain karena kejujuran dan totalitasnya dalam bermusik. Ia adalah musikus genius yang mampu memadukan kreativitas dan idealisme menjadi karya seni komersial.

Terhitung sejak pertama kali menyanyi profesional pada tahun 1995, Glenn mengaku selalu mengedepankan rasa dan penjiwaan. “Teknik dan harmonisasi musik bisa dipelajari. Toh, jumlah notasi musik hanya ada 12. Justru, penjiwaan dan kejujuranlah yang tak bisa direkayasa, karena bersumber dari hati,” terang pria yang pernah menjadi finalis Asian Song Festival 1996 ini.

Kejujuran menjadi modal utama Glenn saat menulis lagu. Tema cinta sengaja ia pilih, karena bersifat universal dan mudah dipahami siapa pun. Dua hal tersebut ia ramu dengan sangat baik, khususnya di album Selamat Pagi Dunia (2003). Bisa dibilang, album inilah masterpiece sepanjang karier bermusik Glenn.

Nyaris semua lagu di album tersebut berhasil menjadi hits dan sukses melambungkan pria berdarah Ambon ini sebagai penyanyi solo terbaik saat itu. Penjualan album produksi Sony Music ini pun terbilang berhasil, karena telah menembus angka 700.000 copy. Sebuah pencapaian fantastis dalam hal penjualan album di masa itu. “Padahal, album itu sebenarnya bonus terakhir yang diberikan Sony Music kepada saya, mengingat penjualan album sebelumnya tak terlalu sukses,” kata pria yang mengidolakan Dian Pramana Putra dan Dedy Dhukun ini.

Memang, dari sisi komersial, penjualan album Glenn di awal kariernya sebagai penyanyi terbilang fluktuatif. Album pertamanya yang berjudul Glenn berhasil diterima masyarakat, dengan angka penjualan yang relatif baik, yaitu menembus angka 50.000 copy. Namun, di album kedua yang bertajuk Kembali (2000), tidak terlalu sukses di pasaran. Konon, album itu jeblok karena terlalu R&B. Ini sempat membuat Sony Music berniat menghentikan kerja sama di album ketiga saja. Makanya, Glenn berusaha bekerja keras dalam proses pembuatan album ketiga itu, sekalipun saat itu ia sedang terpuruk karena baru putus cinta.

Siapa sangka, kesedihan akibat patah hati, malah menjadi inspirasi yang menghasilkan lagu cinta sepanjang masa, seperti Januari, Akhir Cerita Cinta, Sedih Tak Berujung, hingga Sekali ini Saja. “Memang, sebagian besar lagu di album itu merupakan curahan hati tentang kisah cinta saya yang kandas. Tapi syukurlah, di balik kesedihan karena patah hati, saya mendapat lautan inspirasi,” ungkapnya.

Menggandeng Irvan Simanjutak sebagai produser, Glenn menyuguhkan konsep unik untuk album ketiganya itu: menyajikan lagu solo dalam format band. Saat itu, belum ada penyanyi solo yang tampil dengan konsep ngeband, di mana musiknya digarap secara optimal, melibatkan musikus muda berbakat seperti Barry Likumahua dan Rejoz ‘The Groove’.

Kerja keras Glenn pun membuahkan hasil. Kita tahu, nyaris semua lagunya menjadi hits dan berada di puncak tangga lagu di radio seluruh Indonesia. Bahkan, lewat lagu Januari, Glenn berkesempatan pula berkolaborasi dengan pemain saxophone kelas dunia, Kenny G., dalam sebuah show di Taipei. Konsep ngeband yang ia ciptakan kemudian banyak diikuti oleh penyanyi solo lain.

Bisa dibilang, Selamat Pagi, Dunia adalah buah karya saya yang meleburkan idealisme, kreativitas, dan pengemasan musik yang catchy untuk kepentingan komersial. Album ini menjadi titik balik karier Glenn Fredly di dunia musik.

Selalu Memperbarui Energi

Memiliki pencapaian gemilang di bidang musik, tak banyak yang tahu bahwa Glenn dulunya tak terlalu suka menyanyi. Baginya, menyanyi di depan umum saat itu adalah aktivitas yang membuatnya malu dan penuh tekanan. Maklum, saat kecil, Glenn tergolong anak pendiam dan lebih suka menghabiskan waktu dengan menggambar.

Meski begitu, Glenn mengaku, keluarga besarnya sangat menyukai musik. Dulu, rumah kakek Glenn kerap menjadi base camp kegiatan bermusik para pemuda gereja dan karang taruna di lingkungan tempat tinggalnya.

“Sejak kecil, telinga saya sudah terbiasa mendengarkan nyanyian dalam beragam bentuk, mulai dari paduan suara, vokal grup, dan band. Dari situlah insting bermusik saya mulai terbentuk,” kenangnya.

Jiwa bermusik Glenn sudah terbaca oleh guru-guru di sekolanya, di SD Tirta Martha, Jakarta. Saat sekolahnya menyelenggarakan lomba kesenian dan olahraga, Glenn yang saat itu ingin ikut lomba menggambar, malah diminta gurunya beralih mengikuti lomba menyanyi. ”Lucunya, saya dipilih karena menjadi satu-satunya murid berdarah Ambon. Bagi guru saya waktu itu, orang Ambon pasti bisa menyanyi,” kenang Glenn yang kini telah memiliki label musik sendiri yang bernama Musik Bagus.

Prediksi sang guru terbukti benar. Di lomba menyanyi tersebut, Glenn yang membawakan lagu berjudul Anugerah, ciptaan A.T. Mahmud, berhasil menyabet juara pertama. Kemenangan itu seakan menyadarkan Glenn akan bakat menyanyinya. Duduk di bangku SMP, Glenn mulai aktif bermusik dengan menjadi vokalis band sekolah. Ia juga beberapa kali keluar sebagai pemenang kompetisi menyanyi tingkat Jabodetabek.

Tahun 1995, saat masih kuliah, Glenn memberanikan diri mengikuti ajang menyanyi paling bergengsi di masa itu, Cipta Pesona Bintang. Ia kembali menjadi juara di kompetisi itu. Momen itulah yang kemudian mengantarkan Glenn menapaki karier menyanyi secara profesional.

“Tak lama setelah menang di Cipta Pesona Bintang, saya bergabung dengan grup band Funk Section. Di situlah pertama kalinya saya mulai belajar menulis lagu dengan baik,” kisah Glenn.

Tiga tahun Glenn bergabung dengan Funk Section hingga akhirnya memutuskan untuk bersolo karier. Debut album bertajuk Glenn rilis pada 1998, dan langsung mendapatkan respons positif. Glenn pun makin produktif mencipta lagu.

Kreativitas dan produktivitas berkarya membuat Glenn makin laris diminta menciptakan lagu untuk penyanyi lain dan soundtrack film. Sebut saja, Karena Cinta (Joy Tobing), Salam Bagi Sahabat (Albert), Cinta Takkan Usai (Pinkan Mambo), hingga satu album soundtrack film Cinta Silver (2005). Lagu bertemakan cinta memang sudah menjadi trade mark-nya.

Keaktifan mengamati kehidupan orang-orang di sekitarnya, mengalirkan lebih banyak ide kreatif untuk menulis lagu. Tak jarang, curhat kawan dekat bisa menjadi sumber inspirasi lagu. Selain itu, pria yang juga personel grup vokal Trio Lestari ini juga kian rajin melahap buku-buku sastra karya Pramoedya Ananta Toer maupun Sapardi Djoko Darmono untuk memperkaya skill persepsi dalam menulis lirik lagu.

“Dulu, saya membuat melodi dulu, baru lirik. Sekarang, saya mendahulukan lirik sebelum melodi. Inginnya, lirik buatan saya puitis, tetapi tidak terkesan cengeng,” ujar Pemenang III The Russian Asia Dauzy International Song Festival 2001.

Cara tersebut terbilang berhasil. Tak mengherankan, album Glenn berikutnya, seperti Aku dan Wanita (2006), Terang (2006), Happy Sunday (2007), Lovevolution (2010), dan Luka, Cinta & Merdeka (2012), tetap mendapatkan tempat di hati masyarakat. Beragam karya tersebut makin membuktikan kepiawaian Glenn menjalin nada indah disertai lirik puitis nan romantis.

Meski begitu, ia tak ingin dianggap musikus spesialis lagu cinta. Makanya, Glenn selalu memperbarui diri dan tak mau terjebak di zona nyaman. “Saya selalu berupaya memperbarui energi dan meng-update ilmu dari siapa pun. Tak hanya soal musik, saya juga senang mempelajari disiplin lain,” cetus pria lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Moestopo-Beragama, Jakarta.

Hal itu pun terbukti lewat kolaborasinya bersama sutradara Angga Sasongko, yang membuahkan karya film: Cahaya dari Timur dan Filosofi Kopi. Di kedua film tersebut, Glenn bertugas menjadi produser.

Glenn juga menaruh perhatian besar terhadap isu lingkungan. Hal ini dibuktikannya saat berpartisipasi dalam konser amal bertajuk ‘Soul For Indonesian Earth’, sebagai penghargaan akan bumi, pada tanggal 7 Juli 2007.

Kepeduliannya terhadap kelestarian hutan mendorong Glenn menemui Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya untuk membahas tentang upaya kolaborasi menjaga hutan. Pertemuan berlangsung di kantor KLHK pada 5 Januari 2018. Kolaborasi ini nantinya diharapkan memberi warna baru untuk sosialisasi cinta hutan dan lingkungan melalui seni musik.

”Saya menyambut baik dan mengapresiasi kreatifitas musisi dan juga semua kalangan, yang ikut aktif terus membangun semangat mencintai hutan dan lingkungan hidup Indonesia,” ujar Siti Nurbaya kala itu.

Glenn memang sudah lama dikenal sebagai salah satu musisi Indonesia yang peduli lingkungan. “Kalau alam rusak, maka kelompok yang paling terasa akibatnya adalah petani dan nelayan, dimana mereka masih mengandalkan kondisi alam,” terang Glenn yang gemar hunting buku dan kini mulai tekun belajar berbisnis.

Pemberdayaan musik dan pelestarian lingkungan memang dua sisi yang berbeda. Namun keduanya mempunyai tantangan besar untuk segera diwujudkan. Butuh idealisme dan kerja keras dari semua pihak yang terlibat di dalamnya. Dan secara konsisten Glenn telah melakukannya.

Terakhir, Glenn berharap kepada penyelenggara negara dan generasi milenial untuk membuka diri dan terbuka melihat perubahan. Terpenting dari semua itu adalah selalu belajar untuk mengelola apa yang kita punya sebagai sebuah bangsa. Menurut Glenn, sejarah, budaya, bisa menjadi kekuatan untuk kita melihat ke depan.

“Dan yang paling penting adalah mempunyai kebanggaan terhadap bangsa dan negara. Itu yang menjadi dasar bagaimana kita membangun majunya sebuah peradaban,” pungkasnya.

Biodata

Nama : Glenn Fredly Deviano Latuihamallo
Lahir : Jakarta, 30 September 1975

Diskografi

  1. Album Utama:
    – Glenn (1998)
    – Kembali (2000)
    – Selamat Pagi, Dunia! (2002)
    – Ost. Cinta Silver (2005)
    – Aku & Wanita (2006)
    – Happy Sunday (2007)
    – Private Collection (2008)
    – Lovevolution (2010)
    – Luka, Cinta, dan Merdeka (2012)
  2. Album Rohani
    – Terang (2006)
  3. Album kompilasi
    – Terbaik Bersama (2005)
  4. Single
    – Perempuanku (2015)
    – “Tanda Mata” (2016)

Sebagai produser album
– “PASTO” (2005)
– “YURA” (2014)
– Hidayah (2016)

Filmografi
– Tanda Tanya (2011) sebagai Aktor
– Cahaya dari Timur (2014) sebagai Produser
– Filosofi Kopi (2015) sebagai Produser
– Surat dari Praha (2016) sebagai Produser

Penghargaan
Juara Lomba Cipta pesona Bintang, 1995
Pemenang III The Russian Asia Dauzy International Song Festival 2001
AMI Award untuk Artis Solo dan R&B Terbaik, 2001.
AMI Award untuk Karya Produksi Urban Terbaik, 2001
AMI Award untuk Lagu Pop, 2004
AMI Award untuk Artis Solo Pria Pop Terbaik, 2005
AMI Award untuk Tim Produksi Suara Terbaik, 2006
AMI Award untuk Karya Produksi Jazz Terbaik, 2006
AMI Award untuk Karya Produksi Lagu Berbahasa Asing Terbaik, 2006
AMI Award untuk Artis Solo Wanita/Pria Urban, 2013
Piala Maya untuk Lagu Tema Terpilih, 2014 #

 

Share This